KOHATI PB HMI mengecam Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Miss World 2013. Pro dan kontra diadakannya Miss World terus bergulir walaupun penyelenggara telah mengantongi izin pelaksanaan dari pemerintah.
Perhelatan akbar yang sejak pertama didirikan bernama “Festival Bikini Contest” ini banyak mengalami penolakan bahkan di negara asalnya sendiri, Inggris. Kemudian pihak penyelenggara merubah namanya menjadi “Miss World” dengan memasukkan konsep 3B (Brain,Beauty, Behavior) agar tidak menuai protes dari berbagai kalangan.
Ada beberapa alasan mengapa kita harus mengecam diadakannya Miss World yang diadakan di Indonesia ini. Pertama, kontes ini adalah bentuk modern dari eksploitasi terhadap perempuan. Tanpa sadar perempuan telah direndahkan harkat, martabat dan kemuliannya. Dalam kontes ini pula perempuan hanya dipandang dari segi fisik atau unsure kecantikannya saja. Dalam kontes ini tentu kita tidak akan menemukan kontestan cacat atau tidakmenarik fisiknya akan dililuskan dalam ajang Miss World tersebut. Padahal sejatinya nilai seorang perempuan ditentukan oleh ketakwaan dan seberapa besar




